Tampilkan postingan dengan label #Pilkada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Pilkada. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 September 2015

Pendamping Desa Terlibat Pilkada, Ancam Dipecat

Surabaya. Kementerian Desa, Pembangunan  Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengancam akan memecat pendamping dana desa jika diketahui terlibat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar  Desember 2015. Dan dipastikan program tersebut tidak ada kaitannya dengan pilkada.

Hal itu dikemukakan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Kemendes PDTT, Achmad Erani Yustika, di Surabaya, Sabtu (27/6), usai memberikan pembekalan pada ratusan calon pendamping program dana desa di gedung Badan Diklat. "Bagi pendamping yang memanfaatkan dana desa untuk politik, sanksinya dipecat," ujarnya.

Pilkada Kab. Bima 2015 : Perlu Perkuat Solidaritas Organik

"kesadaran akan solidaritas (organik) ini harus bisa melewati batas-batas teritorial, primordialisme dan menyatu dalam paradigma yang sama” 


(Bima. KM.Walet Selatan).
Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bima Periode 2015 - 2015 semakin dekat, kondisi sosial masyarakat masih berjalan normal,  namun tidak bisa dipungkiri bahwa tanda tanda terjadinya resistensi semakin mengemuka karena perbedaan pilihan dan dukungan untuk para calon, maka dari itu perlu diperkuat dengan solidaritas organik bagi seluruh komponen masyarakat.

 Hal itu diungkapkan oleh Aktivis Perempuan Muda Bima dari Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kab. Bima yang juga Akademisi Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Bima, Husnatul Mahmudah, M.Hum.

Pilkada 2015 : Tanggung Jawab Semua Pihak

Dr. Ibnu Khaldun, M.S.i
Pelaksanaan Pilkada Kab. Bima Tahun 2015 bukan hanya an sih tanggung jawab Penyelenggara Pemilihan, akan tetapi harus menjadi tanggung jawab kolektif semua pihak.

hal ini di ingatkan oleh Aktivis Pusat Kajian Politik dan Pemilu (Center Election For Political Party (CEPP) Universitas Indonesia (UI) Link, Dr. Ibnu Khaldun, M.S.i

Riuh-rendah Pesta Demokrasi

Riuh-rendah pesta demokrasi itu semakin nyaring, namun semakin tidak jelas, ke arah mana irama dendang dilagukan. 

Meski seruling dan gendang saling bertalu dan bersahutan, namun lagu syahdu jualah yang terdengar.