Tampilkan postingan dengan label #Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juli 2019

Lomba Masak Serba Ikan Antar TP.PKK Kecamatan Kembali Digelar


Kim Parado-Dalam rangkaian Hari Jadi Bima Ke-379 tahun ini, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan)  Kabupaten Bima kembali menggelar Lomba Masak dan Inovasi Serba Ikan Tingkat Kabupaten Bima bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima Ir. Hj. Nurma M.Si Jumat (5/7) mengatakan lomba masak serba ikan ini berlangsung Senin 8 Juli 2019 di Taman Kalaki dan diikuti TP. PKK Kecamatan Se-Kabupaten Bima.

               
"Event tahun ini memperlombakan 3 jenis menu masakan berbahan baku ikan yaitu menu ikan untuk keluarga, menu ikan untuk balita dan menu ikan kudapan/snack". Jelasnya.
                 
Dijelaskan Nurma, ada lima item kriteria lomba yang mencakup kreativitas/inovasi, penyajian/penampilan, citarasa, higienis dan aman dikonsumsi serta keterampilan memasak para peserta.
                
Melalui lomba dengan menu yang berasal dari masing-masing kecamatan ini diharapkan akan mendorong lahirnya inovasi sekaligus mendukung promosi menu khas dari masing-masing kecamatan. 
                
Lomba ini selain ditujukan untuk meningkatkan keterampilan memasak berbahan baku ikan, juga  memperkenalkan keanekaragaman masakan berbahan baku ikan kepada masyarakat luas". Terang Hj. Nurma.
               
Dirinya berharap, lomba masak dan inovasi serba ikan ini akan lebih mendorong pemanfaatan  sumber daya ikan secara berkelanjutan dan melakukan kampanye pemanfaatan ikan yang ramah lingkungan.
             
Selain lomba masak inovasi serba ikan, pada kesempatan tersebut akan berlangsung  Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) berbahan baku ikan pada 150 orang siswa sekolah dasar. (Kim)

Selasa, 19 Maret 2019

Wisat Senteluk Lombok Barat Jadi Ikon Wisata Halal di NTB


Kim,Parado – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meyakini Desa Senteluk yang berada di Kecamatan Batulayar bisa menjadi ikon wisata halal di Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendes PDTT, Anwar Sanusi saat mengujungi wisata kuliner di  Tanjung Bias Desa Senteluk, Senin (18/3) kemarin. Bersama rombongannya, Sekjen Kemendes langsung menikmati santapan hidangan laut dengan bumbu khas Lombok ditambah pemandangan pinggir pantai yang menawan di lokasi tersebut.

"Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Kepala Desa Senteluk. Keberadaan wisata kuliner ini merupakan pembangunan desa yang bisa menyerap lapangan kerja dari kalangan pemuda desa," ujar Sekjen Kemendes PDTT, Anwar Sanusi dalam sambutannya, selasa, (19/3/2019)

Ia menilai keberadaan wisata kuliner ini menjadi salah satu langkah nyata dalam upaya membangun desa. Pihak kementerian berjanji akan memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan wisata kuliner ini. Terlebih lagi dengan deretan lapak kuliner yang ada di sepanjang Pantai Tanjung Bias yang diyakini akan membuat kunjungan wisatawan ke desa wisata itu terus meningkat. 

"Wisata Kuliner Desa Senteluk bisa menjadi salah satu ikon wisata halal di NTB," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Senteluk Fuad Abdul Rahman pada kesempatan itu sedikit menceritakan awal mula pihaknya membangun kawasan wisata kuliner tepi Pantai Tanjung Bias. Berawal dari kegelisahannya selama ini melihat kawasan pantai yang kotor dipenuhi sampah, termasuk semak belukar yang ada di pesisir membuat pantai ini terkesan tidak terurus. Dirinya kemudian mengajak seluruh elemen masyarakat dan para pemuda untuk mengembangkan pusat wisata kuliner di pantai itu.

"Alhamdulillah, berkat tekad yang sama, pusat wisata kuliner ini bisa terbangun," ungkapnya.

Wisata kuliner itupun membawa dampak bagi wisata di Desa Senteluk. Bahkan ia mengungkapkan, lapak kuliner yang ada di pantai itu tiap harinya tidak pernah sepi dari pengunjung. Tidak hanya dari daerah Lombok Barat saja namun dari luar daerah. Efek lainnya yakni dapat menjadi lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

"Sejak adanya gempa, banyak warga kami yang dirumahkan. Namun keberadaan wisata kuliner ini bisa menampung mereka," ungkapnya.

Seperti diketahui, wisata kuliner yang berada di tepi Pantai Tanjung Bias Desa Senteluk ini menawarkan makanan laut yang enak. Selain itu bahan makan itu langsung diperoleh dari hasil tangkapan para nelayan. Sehingga cita rasanya tetap terjamin kesegarannya.

Untuk harga, lapak kuliner di tempat wisata ini menawarkan harga yang sangat bersahabat. Hal ini yang menjadi penilaian pihak dari Kemendes PDTT sehingga wisata kulinter Pantai Tanjung Bias diyakini dapat menjadi salah satu ikon wisata halal di NTB.(kim)

Senin, 15 Juni 2015

Bendungan Pela Parado, Mata Air Masa Depan


Bendungan Pelaparado. Akbar Mbojo
 Masa depan Dam Pela Parado bergantung pada kelestarian hutan di sekitarnya yang menyediakan air bagi pertahanan debit air di Dam tersebut. Sejak Dam Pela Parado difungsikan dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006 telah mampu mengairi areal irigasi seluas 3,895 Ha yang meliputi kecamatan Monta, Woha, Belo dan Palibelo. Pela Parado juga mampu menyediakan air Baku 200 liter per detik, pembangkit tenaga listrik mikrohidro 250 KVA serta pengendalian banjir sungai Parado.

 

Bendungan Pelaparado. Akbar Mbojo
Keberadaan Dam bagi masa depan kehidupan masyarakat Bima ini menelan dana sebear  Rp. 123,45 Milyar yang bersumber dari bantuan Pemerintah Jepang melalui Loan Overseas Economic Cooperation(OECF). Dam Pela Parado membendung Sungai Parado sebagai Bendungan Utama dengan panjang tubuh waduk sekitar 320 meter, elevasi dasar sungai 94 meter yang mampu menggenangi areal seluas 104 Ha dengan luas catchment area seluas 85 Km dan kapasitas elevasi air terendah 130 M. Menara Dam Pelaparado cukup tinggi yaitu lebih dari 400 meter.



Bendungan Pelaparado. Akbar Mbojo
Fungsi Dam Pela tentunya bukan saja untuk irigasi, Dam yang cukup prestisius ini juga dapat difungsikan sebagai asset pariwisata alam, olahraga mancing, budidaya ikan air tawar serta keperluan lainnya. Kelestarian hutan disekitarnya merupakan kunci keberlangsungan mata air di Dam ini. Puluhan ribu ikan telah dilepas di Dam ini baik oleh Presiden SBY maupun pejabat lainnya. Almarhum Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST juga melepas puluhan Ribu bibit ikan Nila dan Karpet serta beberapa unit Keramba Jaring Apung di Dam ini. Semoga Debit air di Dam Pela Parado ini dapat terus terjaga untuk depan kita dan anak cucu. (Akbar Mbojo)