Tampilkan postingan dengan label #Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Kuliner. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2015

Bendungan Pela Parado, Mata Air Masa Depan


Bendungan Pelaparado. Akbar Mbojo
 Masa depan Dam Pela Parado bergantung pada kelestarian hutan di sekitarnya yang menyediakan air bagi pertahanan debit air di Dam tersebut. Sejak Dam Pela Parado difungsikan dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006 telah mampu mengairi areal irigasi seluas 3,895 Ha yang meliputi kecamatan Monta, Woha, Belo dan Palibelo. Pela Parado juga mampu menyediakan air Baku 200 liter per detik, pembangkit tenaga listrik mikrohidro 250 KVA serta pengendalian banjir sungai Parado.

 

Bendungan Pelaparado. Akbar Mbojo
Keberadaan Dam bagi masa depan kehidupan masyarakat Bima ini menelan dana sebear  Rp. 123,45 Milyar yang bersumber dari bantuan Pemerintah Jepang melalui Loan Overseas Economic Cooperation(OECF). Dam Pela Parado membendung Sungai Parado sebagai Bendungan Utama dengan panjang tubuh waduk sekitar 320 meter, elevasi dasar sungai 94 meter yang mampu menggenangi areal seluas 104 Ha dengan luas catchment area seluas 85 Km dan kapasitas elevasi air terendah 130 M. Menara Dam Pelaparado cukup tinggi yaitu lebih dari 400 meter.



Bendungan Pelaparado. Akbar Mbojo
Fungsi Dam Pela tentunya bukan saja untuk irigasi, Dam yang cukup prestisius ini juga dapat difungsikan sebagai asset pariwisata alam, olahraga mancing, budidaya ikan air tawar serta keperluan lainnya. Kelestarian hutan disekitarnya merupakan kunci keberlangsungan mata air di Dam ini. Puluhan ribu ikan telah dilepas di Dam ini baik oleh Presiden SBY maupun pejabat lainnya. Almarhum Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST juga melepas puluhan Ribu bibit ikan Nila dan Karpet serta beberapa unit Keramba Jaring Apung di Dam ini. Semoga Debit air di Dam Pela Parado ini dapat terus terjaga untuk depan kita dan anak cucu. (Akbar Mbojo)





Rabu, 21 Januari 2015

Mbumbu Dungga : Sambal Jeruk Tradisional yang Legendaris

KM.Walet Selatan.

Bagi masyarakat Bima yang namanya “Mbohi Dungga” sudah cukup terkenal. Mbohi Dungga merupakan makanan khas warisan leluhur. Salah satunya adalah hasil karya Dou Parado. Parado merupakan salah satu wilayah yang berada didataran tinggi Bima. Parado merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Bima, dengan sebaran 5 desa, yaitu, Desa Kanca, Desa Parado Rato, Desa Parado Wane, Desa Kuta dan Desa Lere.

Proses Fermentasi Mbohi Dungga

Bagi masyrakat desa Kuta “Mbohi Dungga’’ lebih dikenal dengan “Mbumbu Dungga”, penyebutan “mbohi dungga” oleh masyarakat Bima pada umumnya dikarenakan proses pembuatan mellalui fermentasi dari Jeruk purut (dungga mbudi) yang ditambah dengan garam dan disimpan di tempat yang tertutup dalam tempo waktu tertentu, sampai dungga mbudi dan garam melebur menjadi satu.

Selasa, 20 Januari 2015

Siskamling dan Berburu Kelelawar Di Desa Kuta Kec. Parado

KM. Walet Selatan.
Ditengah masyarakat kec.parado Menikmati Istirahatnya di tengah malam, sekelompok pemuda desa kuta yang dikomandai hairul, seorang Anggota Polri bertugas di Polsek Kec. Parado yang berasal dari malang menikmati malam dengan berburu Kelelawar.