Tampilkan postingan dengan label Dompu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dompu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2019

Pembinaan Pendidikan Keluarga, Solusi Cegah Kasus Bunuh Diri di Huu

Sekretaris Pokja Pembinaan Pendidikan Keluarga,
 Dikpora Dompu, M Yusuf, M. Pd.

Kim, Parado - Sebanyak 6 kasus percobaan bunuh diri dengan cara menenggak racun serangga terjadi di Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu.

Kejadian itu terjadi selama rentang waktu awal Januari hingga bulan Maret tahun 2019 ini. Dari 6 kasus itu, 4 orang dinyatakan meninggal dunia dan 2 orang lainya terselamatkan.

Upaya meminimalisir kasus percobaan bunuh diri yang rata-rata dilakukan anak-anak sekolah itu, Dinas Dikpora Kabupaten Dompu akan menjalankan program pembinaan pendidikan keluarga pada sekolah tingkatan SMP, SMA dan SMK di Kecamatan Huu.

Sekretaris Kelompok Kerja (Pokja) Pembinaan Pendidikan Keluarga, Dikpora Dompu, M Yusuf, M. Pd., menyebutkan bahwa pokja itu baru terbentuk tahun ini. Namun di tahun 2018 lalu sudah melakukan Bimtek awal dengan Kepala-kepala sekolah, pengawas, kelapa UPT dan Kepala Desa se Kecamatan Huu.

"Kelompok kerja yang sudah terbentuk ini bekerja untuk lebih mendekatkan lagi antara orang tua, siswa dan pihak sekolah. Selain itu juga untuk memberikan pendampingan dan supervisi pendidikan dalam meningkatkan keterlibatan keluarga dan masyarakat dengan satuan pendidikan," cetus M Yusuf, Selasa (19/03/2019).

Dikatakannya, dalam hal menyekolahkan anak, orang tua tidak bisa serta merta menyalahkan guru ketika ada sesuatu yang salah dalam pendidikan anak, begitu pula sebaliknya. Orang tua maupun guru merupakan orang yang berperan penting dalam pendidikan anak.

Selama ini banyak terjadi kesalahan terkait hubungan antara orang tua dan anak dalam hal pendidikan. Terkadang orang tua tidak mampu memahami perkembangan psikologis anak. Akibatnya, anak susah dikendalikan, minum-minuman beralkohol hingga berujung pada aksi bunuh diri minum racun.

"Artinya belum ada dukungan sacara psikologis dari orang tuanya. Orang tua harus mampu memahami perkembangan psikologis anaknya. Harusnya sekolah juga mengajak agar diberikan pemahaman tentang prilaku anak terutama oleh guru bimbingan konseling," jelasnya. 

Lebih jauh dijelaskannya, akhir-akhir ini ia sering mendapatkan informasi dari warga dan guru-guru SMP, SMA/SMK di Kecamatan Huu. Dimana anak-anak sekolah masuk ruangan belajar dalam kondisi mabuk beralkohol. Sehingga saat proses pembelajaran susah dikendalikan guru.

"Hal ini sudah menjadi sesuatu yang kerap dikeluhkan oleh guru dan masyarakat. Jadi susah mengajar karena pengaruh alkohol. Kejadian bunuh diri ini mirip-mirip seperti itu, tidak pulang kerumah, dimarahi orang tua lalu minum racun," katanya.

Program pembinaan pendidikan keluarga yang dicanangkan Dikpora itu paling tidak ada paguyuban keluarga di kelas. Guru atau wali kelas paling tidak saling menukar nomor handphone dengan wali murid. Tujuannya agar mereka bisa saling menyampaikan informasi terhadap anak yang tidak masuk sekolah atau sakit kepada guru.

"Sekarang tidak nyambung sekolah dengan orang tua. Disepanjang jalan saat jam belajar banyak siswa ditemukan keluyuran diluar sekolah. Artinya ada miskomunikasi antara sekolah dan orang tua," paparnya.

Katanya, sekolah binaan akan menerepakan program tersebut, selain itu ada paguyuban keluarga dan pentas seni. Anak-anak yang punya karya ditampilkan di sekolah dan dipamerkan saat kegiatan ekstra kurikuler maupun saat pembagian rapor dengan menghadirkan orang tua. Tujuannya untuk membangkitkan semangat belajar siswa serta untuk menghilangkan pikiran-pikiran negatif dari siswa.

"Orang tua harus dilibatkan agar komunikasi dengan sekolah tetap lancar. Sehingga setiap persoalan yang dihadapi siswa bisa diatasi bersama," tutupnya. (Kim)

Selasa, 19 Maret 2019

Kubah Musholla Al Ihklas Naik, Satgas TMMD Terus Genjot Program Fisik



Kim,Parado - Proses pembangunan Musholla Al Ikhlas Dusun Mujur Desa Lanci Jaya lumayan berat dirasakan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 104 tahun 2019 Kodim 1614/Dompu.

Hal itu diungkapkan Komandan Satgas Letkol Czi Arief Hadiyanto, S.IP., disela-sela kesibukannya mengawasi dan mengecek seluruh program fisik TMMD. Menurutnya. selain kondisi cuaca yang tidak menentu, Musholla Al Ikhlas dibangun dari dasar sehingga membutuhkan proses kerja yang ekstra jika dibandingkan dengan dua buah Musholla yang sedang direhab yakni Musholla Nurul Asyah Dusun Doro Mbee dan Musholla Bani Abbas Dusun Kara.

Namun Alhamdulillah, Sambung Arief, hari ini pemasangan kubah Musholla dan atapnya sudah selesai. "Hari ini juga dilakukan pelesteran hingga besok. hari Kamis mungkin bisa dilakukan pemasangan keramik," ujarnya.

Selain itu, Dandim 1614/Dompu itu juga menyampaikan kondisi kedua Musholla yang lainnya dalam tahap pengecatan dan finishing.

Dandim juga menyampaikan prosentase program fisik yang sudah dikerjakan hingga hari ini sekitar 80 persen. "Saya sudah lihat hasil keseluruhan pekerjaan selama program TMMD berjalan sudah mencapai sekitar 80 persen," sebutnya.

"Semoga kondisi cuaca besok cerah sehingga semua program fisik TMMD terutama pembukaan jalan, jembatan dan gorong-gorong serta duiker bisa selesai sebelum penutupan tanggal 27 Maret mendatang," harapnya.

Alumni Akmil 1998 tersebut juga berharap agar seluruh anggota Satgas menjaga semangat dan moril selama melaksanakan TMMD dan jangan ada pelanggaran sekecil apappun yang dapat berdampak pada diri dan keluarga serta satuan.(kim)

Senin, 18 Maret 2019

Dandim Dompu : "TMMD ke 104 Kodim 1614/Dompu Siap Terima Kunjungan Tim Wasev"



Kim,Parado - Segala persiapan telak dilakukan dalam rangka menyambut kunjungan Tim pengawas dan evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 104 tahun 2019 Kabupaten Dompu dari Mars TNI AD.

Hal itu dikatakan Dandim 1614/Dompu Letnan Kolonel Czi Arief Hadiyanto, S.IP., selaku Komandan Satgas TMMD ke 104 disela-sela pengecekan kesiapan kunjungan tim Wasev.

Selain itu, Dansatgas TMMD juga meminta kepada Komandan SSK maupun Perwira Tertua dimasing-masing desa agar menyiapkan semua sasaran sehingga pada saat dikunjungi dalam kondisi siap.

"Khusus untuk Aula Makodim sudah kita setting sebagai Posko Utama tempat paparan dan data-data tentang kegiatan TMMD sehingga terlihat bagus dan rapi serta penyiapan ruang transit sebelum paparan", tambahnya.

Kegiatan fisik TMMD hingga hari ini, sambungnya, sudah mencapai sekitar 75 persen karena ada beberapa kendala di lapangan salah satunya hujan dan jalan yang tidak bisa dilewati untuk pengangkutan bahan material.

"Semoga disisa waktu ini, seluruh program TMMD baik fisik dan non fisik tuntas 100 persen secara keseluruhan agar masyarakat langsung bisa memanfaatkannya", pungkasnya.

Adapun jadwal rencana kunjungan tim Wasev dari Mabes TNI AD pada hari Kamis tanggal 21 Maret 2019 selama satu hari penuh dengan Ketua Tim Pati Staf Khusus Kasad Brigjen TNI Hendrawan, S.IP., didampingi Letkol Arm Budi Wahyono, SH. (Kim)